top of page

Desain Interior Restoran Jepang Premium di Jakarta | Bekkan by Esina oleh INSADA

  • 6 Jan 2020
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 29 Jul

Ketika membicarakan desain restoran Jepang, sebagian besar orang membayangkan ruang yang minimalis, dominasi material kayu, palet warna netral, dan detail yang sederhana. Namun, Bekkan by EsinaĀ hadir dengan pendekatan yang berbeda. Restoran ini dirancang sebagai evolusi dari identitas restoran-restoran Jepang milik pemilik sebelumnya, menghadirkan pengalaman bersantap yang lebih eksklusif, mewah, dan berkelas tanpa meninggalkan esensi keramahan khas Jepang.


Pada tahun 2020, INSADA Integrated Design TeamĀ dipercaya untuk merancang sekaligus membangun Bekkan by Esina, sebuah restoran premium Japanese yakiniku seluas 180 meter persegiĀ yang berlokasi di Arcadia Senayan, Jakarta Selatan. Alih-alih mengulang pendekatan desain restoran Jepang konvensional, proyek ini mengeksplorasi perpaduan harmonis antara estetika Eropa klasik dengan budaya bersantap Jepang, menghasilkan sebuah interior yang elegan, berkarakter, dan memiliki daya tarik yang tak lekang oleh waktu.


Proyek ini menjadi bukti bahwa desain interior bukan hanya membentuk ruang, tetapi juga mampu mengkomunikasikan transformasi sebuah merek bahkan sebelum pelanggan menikmati hidangan pertama mereka.


Fasad restoran elegan abu-abu dengan pintu kaca berbingkai emas dan dua papan tanda BEKKAN by Esina

Desain Interior Restoran Jepang Premium di Jakarta dengan Sentuhan Elegansi Eropa


Dalam setiap proyek hospitality, kami percaya bahwa interior merupakan bagian penting dari pengalaman sebuah merek. Suasana ruang mampu membentuk persepsi tamu dan menjadi media komunikasi yang paling efektif terhadap positioning sebuah restoran.


Untuk Bekkan by Esina, pemilik menginginkan sebuah identitas yang jelas berbeda dari restoran-restoran sebelumnya. Walaupun tetap menyajikan kuliner Jepang, restoran ini harus mampu menunjukkan peningkatan kualitas, eksklusivitas, dan kemewahan sejak tamu pertama kali melangkah masuk.


INSADA kemudian mengembangkan konsep yang memadukan proporsi klasik Prancis, garis-garis Art Deco, serta pendekatan hospitality kontemporer, dipadukan dengan sentuhan Jepang yang lebih subtil. Hasilnya adalah sebuah ruang yang terasa mewah namun tetap hangat dan nyaman, menjadikan pengalaman bersantap sebagai pusat perhatian tanpa kehilangan karakter arsitekturalnya.


Pendekatan ini menjadikan Bekkan by Esina sebagai salah satu restoran Jepang premium di Jakarta yang memiliki identitas visual yang unik sekaligus berbeda dari restoran Jepang pada umumnya.


Bar rumah mewah dengan dua bangku, rak kayu berisi vas dan piring dekoratif biru, suasana hangat dan elegan.

Pengalaman Kedatangan yang Berkesan


Perjalanan pelanggan dimulai bahkan sebelum memasuki area makan.


Fasad restoran dirancang dengan komposisi yang simetris menggunakan panel dinding berwarna abu-abu gelap yang dipadukan dengan aksen kuningan dan bingkai marmer alami di area pintu masuk. Pegangan pintu berbahan kuningan dengan identitas Bekkan menjadi detail kecil yang memperkuat kesan premium sejak pandangan pertama.


Memasuki restoran, tamu disambut oleh area resepsionis yang dirancang menyerupai lobi hotel butik. Sebuah minibar dengan countertop marmer menjadi titik fokus ruang tunggu, dilengkapi rak kayu yang menampilkan koleksi keramik dan dekorasi artistik di bawah cahaya lampu kristal yang elegan.


Area ini tidak sekadar menjadi tempat menunggu, tetapi juga berfungsi sebagai ruang transisi yang menghubungkan hiruk-pikuk pusat komersial di luar dengan suasana makan yang lebih tenang dan privat di dalam restoran.


Lorong interior mewah hitam-emas dengan lantai marmer, lampu gantung, dan lukisan besar bergaya art deco.

Merancang Alur Ruang yang Membangun Pengalaman


Salah satu karakter utama Bekkan by Esina adalah bagaimana setiap ruang dirancang sebagai sebuah perjalanan.


Dari area resepsionis, pengunjung diarahkan menuju koridor dengan plafon tinggi yang menciptakan kesan megah sekaligus membangun antisipasi sebelum memasuki ruang makan privat.


Koridor tersebut menghubungkan lima ruang makan privat yang masing-masing mampu menampung enam hingga delapan orang. Konsep private dining ini dipilih untuk memberikan kenyamanan yang lebih baik, baik untuk pertemuan bisnis, acara keluarga, maupun jamuan eksklusif.


Berbeda dengan restoran yakiniku yang umumnya mengusung konsep ruang terbuka, Bekkan menawarkan pengalaman bersantap yang lebih intim dengan tingkat privasi yang tinggi, sekaligus meningkatkan kualitas akustik dan kenyamanan setiap tamu.


Ruang makan mewah kosong dengan meja panjang beralas putih, kursi hijau, anggrek putih, dan suasana tenang.

Elegansi Eropa Bertemu Keramahan Jepang


Bahasa desain interior restoran ini sengaja menjauh dari pendekatan minimalis khas Jepang.


INSADA mengombinasikan proporsi arsitektur klasik Eropa dengan garis-garis Art Deco yang tegas namun elegan. Panel-panel dinding dekoratif, moulding berproporsi seimbang, serta pencahayaan hangat menghadirkan karakter ruang yang mewah tanpa terasa berlebihan.


Setiap ruang makan privat memiliki identitasnya masing-masing. Lukisan berukuran besar menjadi focal point utama, sementara kursi makan berlapis kain dengan warna-warna lembut menghadirkan nuansa hangat dan nyaman.


Lampu gantung dekoratif di atas meja makan memperkuat atmosfer yang lebih menyerupai ruang makan sebuah hunian mewah dibandingkan restoran komersial.


Untuk menghindari kesan monoton, setiap ruang privat menggunakan kombinasi wallpaper, kain pelapis kursi, tirai, dan warna yang berbeda-beda. Variasi ini memberikan pengalaman baru bagi pelanggan yang datang kembali tanpa menghilangkan kesinambungan desain secara keseluruhan.


Perpaduan antara kemewahan Eropa dan keramahan Jepang inilah yang kemudian menjadi identitas utama Bekkan by Esina.


Ruang makan mewah dengan meja marmer tertata untuk enam, kursi beludru krem, gorden emas, dan anggrek putih di jendela.

Material Premium sebagai Identitas Ruang


Pemilihan material menjadi salah satu elemen penting dalam membangun persepsi kualitas.


INSADA menggunakan material alami berkualitas tinggi yang tidak hanya memberikan nilai estetika, tetapi juga memiliki daya tahan yang sesuai dengan kebutuhan operasional restoran.


Lantai marmer abu-abu dengan aksen putih memberikan kesan megah sejak area masuk. Material veneer kayu SonokelingĀ menghadirkan kehangatan visual yang menyeimbangkan karakter batu alam.


Sebagai pusat aktivitas, meja makan menggunakan Golden Spider MarbleĀ yang memiliki pola alami khas sehingga menjadi elemen visual yang kuat sekaligus memperkuat citra premium restoran.


Pada ruang makan privat, lantai parquet dipilih untuk menghadirkan suasana yang lebih hangat dan nyaman selama pengalaman bersantap berlangsung.


Aksen kuningan diaplikasikan secara konsisten pada signage, handle pintu, hingga detail pencahayaan sehingga seluruh ruang memiliki kesinambungan visual yang elegan.


Keseluruhan kombinasi material tersebut menghasilkan interior yang terasa mewah namun tetap timeless, menjadikan Bekkan relevan dalam jangka panjang tanpa bergantung pada tren desain sesaat.


Kamar mandi modern dengan wastafel putih, meja marmer, cermin besar, dan lukisan vas merah di dinding beige.

Detail yang Meningkatkan Pengalaman Pengunjung


Dalam desain hospitality, pengalaman tamu tidak berhenti di ruang makan.


Area toilet juga dirancang dengan perhatian yang sama terhadap detail.


Toilet pria menggunakan finishing Portoro Grey MarbleĀ pada area vanity untuk menghadirkan karakter yang lebih maskulin dan dramatis. Sebaliknya, toilet wanita menggunakan Brescia Damascus MarbleĀ dengan nuansa merah muda yang menghasilkan suasana lebih hangat dan elegan.


Kedua ruang tersebut dipadukan dengan homogeneous tile pada lantai dan sebagian dinding, sementara bagian atas dinding menggunakan wallpaper dekoratif sehingga ruang terasa lebih lembut dan menyerupai interior hunian premium dibandingkan fasilitas komersial pada umumnya.


Pendekatan ini menunjukkan bahwa kualitas desain harus hadir secara konsisten pada setiap sudut restoran.


Ruang makan mewah dengan meja panjang, kursi beludru ungu, lampu gantung, lukisan wanita, dan jendela berlangsir cokelat.

Mengintegrasikan Sistem Mekanikal Tanpa Mengorbankan Estetika


Di balik interior yang elegan, Bekkan by Esina menyimpan sistem mekanikal yang sangat kompleks.


Setiap meja makan dilengkapi dua unit grill yakinikuĀ dengan sistem downdraft ventilationĀ yang mampu menarik asap, minyak, dan aroma masakan langsung dari permukaan meja menuju jaringan ducting di bawah lantai.


Berbeda dengan sistem exhaust konvensional yang menggunakan hood di atas kepala, teknologi ini menjaga pandangan tetap terbuka sehingga pengalaman bersantap menjadi lebih nyaman sekaligus mempertahankan kebersihan visual ruang.


Untuk mengakomodasi jaringan ducting tersebut, seluruh ruang makan privat dibangun menggunakan sistem raised floorĀ yang menyembunyikan instalasi mekanikal di bawah lantai tanpa mengganggu estetika interior.


Kapasitas sistem pendingin udara juga ditingkatkan untuk menyeimbangkan besarnya udara yang disedot oleh sistem exhaust sehingga suhu ruangan tetap nyaman selama operasional restoran berlangsung.


Integrasi antara arsitektur, interior, dan rekayasa mekanikal inilah yang menjadi salah satu keunggulan pendekatan multidisiplin INSADA dalam merancang proyek hospitality.


Rak kayu berisi vas kaca merah, emas, hijau dan piring keramik biru-putih berbingkai, tampak seperti pajangan mewah.

Mewujudkan Proyek dalam Waktu yang Singkat


Proyek hospitality sering kali menuntut kecepatan tanpa mengurangi kualitas hasil akhir.

Pembangunan Bekkan by Esina berhasil diselesaikan hanya dalam waktu sekitar tiga setengah bulan, melalui koordinasi intensif antara tim desain, kontraktor, vendor, fabricator, serta manajemen gedung.


Seluruh proses harus memenuhi regulasi bangunan yang ketat sekaligus mengakomodasi kompleksitas instalasi mekanikal dan detail interior premium yang menjadi karakter utama proyek.


Keberhasilan penyelesaian proyek ini menunjukkan pentingnya dokumentasi desain yang matang, koordinasi lintas disiplin, serta pengawasan konstruksi yang terintegrasi.


Papan logo bulat emas bertuliskan BEKKAN by Esina di pintu abu-abu elegan dengan gagang emas dan tirai putih.

Menghadirkan Pengalaman Bersantap yang Tak Terlupakan


Penyelesaian Bekkan by Esina ditutup dengan undangan kepada tim INSADA untuk menghadiri soft opening restoran dan menikmati pengalaman 10-course premium yakinikuĀ yang menjadi kebanggaan restoran ini.


Namun bagi kami, keberhasilan sesungguhnya bukan hanya pada kualitas hidangannya. Yang paling membanggakan adalah melihat bagaimana para tamu menikmati setiap perjalanan ruang—mulai dari memasuki area resepsionis, berjalan melewati koridor yang megah, hingga menikmati kenyamanan ruang makan privat yang dirancang secara menyeluruh.


Bekkan by Esina membuktikan bahwa desain interior restoran Jepang premium di JakartaĀ bukan hanya tentang menciptakan ruang yang indah, tetapi juga tentang membangun pengalaman yang memperkuat identitas sebuah merek. Melalui perpaduan elegansi Eropa, keramahan Jepang, material berkualitas tinggi, serta integrasi teknologi bangunan yang cermat, INSADA berhasil menghadirkan sebuah destinasi kuliner yang memberikan kesan mendalam bagi setiap pengunjung.



Komentar


bottom of page